Bacaan Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah dan Keutamaannya

  • Whatsapp
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Keutamaanya (ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Keutamaanya (ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)

SOROT.NET – Di antara keutamaan bulan Dzulhijjah ada ibadah puasa Tarwiyah di tanggal 8, puasa Arafah tanggal 9 dan menyembelih hewan kurban di tanggal 10. Hasil sidang Isbat Kementerian Agama tanggal 8 Djulhijjah 1441 H jatuh pada 29 Juli esok hari. Seperti apa dan kapan niat Puasa Tarwiyah boleh dilafalkan?

Sebagian besar ulama berpendapat membaca niat merupakan salah satu rukun puasa. Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri dalam Kitab Minhajul Muslim mengatakan untuk puasa wajib yakni puasa Ramadhan, niat diucapkan pada malam hari sebelum adzan Subuh berkumandang.

Sementara untuk ibadah puasa sunnah, niat Puasa Tarwiyah bisa dibaca pada siang hari. “Syaratnya ia belum makan apa pun,” kata Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri dalam Kitab Minhajul Muslim yang dikutip Tim Hikmah detikcom.

Niat Puasa Tarwiyah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.
Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan salah satu ibadah utama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yakni di tanggal 1 sampai 10. Puasa sunnah Dzulhijjah dijalankan pada tanggal 1 sampai 9. Tanggal 1 sampai 7 dikenal dengan Puasa Dzulhijjah, tanggal 8 Puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Puasa Arafah. Sementara tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari tasyrik, di mana umat Islam dilarang untuk berpuasa.

Disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas seperti dikutip dari Kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali, Rasulullah SAW bersabda:

“‘Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun. Melakukan Sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya ‘Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?’ Beliau (Rasulullah) bersabda, ‘Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid)'”.

Imam At Tirmidzi dan Ibnu Majjah juga meriwayatkan hadits dengan redaksi hampir sama dari Abu Hurairah. Puasa 9 hari di Bulan Dzulhijjah, termasuk di dalamnya Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Dawud:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.”

Niat puasa Tarwiyah 8 Djulhijjah esok hari?

Sumber: detik.com

Pos terkait