DPRD Minta Pemkot Surabaya Revisi Jam Malam, Pakar Sebut Belum Perlu

  • Whatsapp
Hearing pekerja seni dan hiburan malam bersama komisi D (Foto: Deny Prastyo Utomo/detik)
Hearing pekerja seni dan hiburan malam bersama komisi D (Foto: Deny Prastyo Utomo/detik)

SOROT.NET – DPRD meminta Pemkot Surabaya agar merevisi Perwali nomor 33 tahun 2020. Permintaan itu dilontarkan usai anggota dewan menerima perwakilan para pekerja seni dan tempat hiburan malam di Surabaya.

Pengamat psikologi sosial Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Dr Andik Matullesy menilai urgensi pembukaan tempat hiburan malam dalam konteks menjalankan roda ekonomi masih belum besar.

Bacaan Lainnya

“Hiburan malam menurut saya urgensi untuk menjalankan roda ekonomi secara regional atau nasional masih belum besar,” terang Andik kepada detikcom, Senin (27/8/2020).

Tak hanya itu, Andik juga menyebut dalam aktivitas di tempat hiburan malam juga susah untuk menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, ia mengingatkan perlu kehati-hatian yang ekstra jika memang tempat tersebut akan dibuka.

“Dalam konteks hiburan malam juga, pasti ada aktivitas yang sulit untuk menjaga jarak, aktivitas pada malam hari, penggunaan peralatan secara bersama (mic untuk karaoke), banyak yang merokok dan sebagainya,” ujarnya.

“Perlu kehati-hatian ekstra dan protokol kesehatan yang ketat untuk kegiatan pembukaan tempat hiburan malam,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Gugus Layanan Psikologi COVID-19 Himpsi itu.

Menurut Andik, selain para pekerja seni dan hiburan malam, sebenarnya ada lagi yang lebih terdampak di bidang ekonomi seperti perhotelan, UMKM, bahkan pendidikan. Dan itu dirasakan secara nasional bahkan global.

“Kalaupun para pekerja malam menganggap bahwa mereka menghadapi problem ekonomi, sebenarnya secara global dan nasional, ada banyak yang terkena dampak dari pandemik ini,” ucapnya.

“Lembaga pendidikan sebenarnya dampaknya besar seperti PTS (perguruan tinggi swasta) yang mahasiswanya kurang dari 1.000, UMKM, hotel. Hampir semua pegawai hotel dirumahkan,” tandas Andik.

Sebelumnya, para pekerja seni dan tempat hiburan malam mengadu ke DPRD Kota Surabaya. Setelah menerima aspirasi mereka, DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot Surabaya merevisi Perwali no 33 tahun 2020.

Ketua Komisi D Khusnul Khotimah mengatakan pihaknya telah menerima aduan dari komunitas pekerja seni, penyanyi, dan kafe. Mereka meminta tidak lanjut Perwali No 33 tahun 2020 yang di dalamnya berisi aturan jam malam.

“Tadi sudah kita dengarkan bersama mereka menyampaikan berkaitan tentang tidak lanjut terkait Perwali No 33 tahun 2020 yang dikeluarkan Pemerintah Kota di awal bulan Juli 2020,” kata Khusnul kepada wartawan setelah hearing bersama pekerja seni dan hiburan malam di DPRD Kota Surabaya, Senin (27/7/2020).

Sumber: detik.com

Pos terkait