Gibran Diusulkan Dapat Rekor MURI? Pecahkan Rekor Pertama Anak Presiden Aktif Maju di Pilkada

  • Whatsapp
Gibran Diusulkan Dapat Rekor MURI? Pecahkan Rekor Pertama Anak Presiden Aktif Maju di Pilkada
foto: Joko Widodo dan Gibran Rakabuming (suara)

SOROT.NET – Pertanyaan disampaikan aktivis politik Haris Rusly Moti kepada Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana.

Haris berharap ‘Kelirumolog’ Jaya Suprana memberikan penjelasan soal rekor MURI terkait pencalonan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo 2020.

Bacaan Lainnya

Menurut Haris, Gibran berhasil memecahkan rekor pertama anak presiden aktif yang maju dalam kontestasi Pilkada.

“Sobat, saya mau tanya kepada Pak Jaya Suprana @Kelirumologi (Pendiri MURI) apakah benar Gibran bin @jokowi akan dapat MURI, berhasil pecahkan rekor yang pertama sebagai anak presiden aktif maju dalam kontestasi Pilkada dan akan menang lawan kotak kosong, mohon konfirmasinya Pak Jaya,” tulis Haris Rusly Moti di akun Twitter @motizenchannel.

Tanpa menunggu kepastian dari Jaya Suprana, Haris mengusulkan Gibran mendapat penghargaan dari MURI.

“Sobat, Gibran bin @jokowi berhasil pecahkan rekor MURI, yang pertama sebagai anak presiden aktif yang maju di Pilkada dan akan menang lawan kotak kosong. Kita usulkan kepada @MURI_org untuk berikan penghargaan kepada Gibran. Jangan iri dan dengki ya sobat, namanya juga anak Presiden haha,” tulis @motizenchannel.

Sebelumnya, pakar komunikasi politik, Effendi Gazali mencatat, baru kali ini dalam sejarah Indonesia, ada Presiden yang masih menjabat dan anaknya ikut Pilkada. Hal ini disampaikan Effendi dalam acara Dua Sisi tvOne (24/07).

“Baru pertama dalam sejarah Indonesia dalam pemilihan langsung, baru kali inilah pertama kalinya ada Presiden yang sedang memerintah yang putra dan putrinya maju dalam Pilkada,” kata Effendi Gazali.

Gibran sendiri membantah pencalonannya disebut sebagai politik dinasti. Menurut Gibran, dirinya telah mengikuti kontestasi, bukan penunjukan untuk menjadi kepala daerah.

“Saya kan ikut kontestasi. Bisa menang, bisa kalah, bisa dicoblos, bisa tidak. Jadi, tidak ada kewajiban untuk mencoblos saya. Ini kan kontestasi bukan penunjukan. Jadi, yang namanya dinasti politik, di mana dinasti politiknya? Saya juga bingung kalau orang-orang bertanya seperti itu,” kata Gibran dalam diskusi daring ‘Calon Kepala Daerah Muda Bicara Politik Dedikasi, Motivasi, hingga Respons Politik Dinasti’ (24/07).

Di sisi lain, novelis Okky Madasari menegaskan bahwa anak muda Indonesia akan all out satu barisan menggagalkan dinasti politik dan oligarki.

“Anak muda Indonesia all out satu barisan menggagalkan dinasti politik dan oligarki. Dari Solo hingga Medan, dari Sabang sampai Merauke,” tegas Okky di akun @okkymadasari.

Okky menolak jika dikatakan politik dinasti dan oligarki akibat gagalnya kaderisasi parpol. “Gak juga sebenarnya. Banyak kader partai yang bagus dan punya kontribusi. Masalahnya adalah orangtua-orangtua yang hanya mau anaknya sendiri yang naik, dapat kesempatan, jabatan, harta dan tahta. Plus anaknya itu ya gak tahu diri juga,” tulis @okkymadasari menanggapi cuitan @emerson_yuntho yang sebelumnya menyoal gagalnya kaderisasi parpol.

Sumber: itoday.co.id

Pos terkait