KPU Purworejo Tolak Dokumen Perbaikan Bapaslon Independen Slamet-Suyanto

  • Whatsapp
Foto: KPU Purworejo tolak dokumen perbaikan Bapaslon Independen Slamet-Suyanto. (Rinto Heksantoro/detikcom)
Foto: KPU Purworejo tolak dokumen perbaikan Bapaslon Independen Slamet-Suyanto. (Rinto Heksantoro/detikcom)

SOROT.NET –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo menolak dokumen perbaikan bapaslon bupati dan wakil bupati Purworejo dari jalur perseorangan Slamet Riyanto SP dan suyanto SH karena tidak memenuhi syarat dukungan perbaikan dan sebaran. Atas keputusan itu, rencananya bapaslon akan melanjutkan ke ranah hukum.

KPU Kabupaten Purworejo telah melakukan pengecekan jumlah dukungan perbaikan dan persebaran bapaslon perseorangan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Purworejo tahun 2020 atas nama bakal calon bupati Slamet Riyanto SP dan bakal calon wakil bupati Suyanto HS. Pengecekan dilakukan di Ball Room Hotel Plaza Purworejo di Jalan Tentara Pelajar No 21 sejak Senin (27/7) kemarin malam hingga Selasa (28/7/2020) malam.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil pengecekan dukungan bakal pasangan calon perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan perbaikan dan sebaran sehingga dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan ditolak,” kata Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Dulrohim ketika ditemui detikcom usai pengecekan.

Diketahui bahwa syarat minimal dukungan yang harus dipenuhi bapaslon perseorangan adalah sejumlah 46.096 yang tersebar di minimal 9 kecamatan. Setelah dilakukan verifikasi faktual yang kemudian dibahas dalam rapat pleno yang digelar KPU pada Senin (20/7) lalu, bapaslon tersebut hanya memiliki jumlah dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 28.312.

Dari jumlah dukungan yang memenuhi syarat tersebut, bapaslon masih kekurangan jumlah pendukung sebanyak 17.784 dengan rincian syarat jumlah minimal dukungan sebanyak 46.096 dikurangi jumlah yang memenuhi syarat yakni 28.312. Berdasarkan perhitungan tersebut, bapaslon perseorangan wajib memperbaiki jumlah dukungan pada masa perbaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sesuai aturan KPU, jumlah dukungan perbaikan bapaslon perseorangan yang wajib diserahkan pada masa perbaikan tersebut adalah dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan yakni 17.784 kali dua sehingga bapaslon harus mengumpulkan jumlah dokumen dukungan sebanyak 35.568. Kolaborasi kedua mantan kepala desa itu akhirnya mampu menyiapkan kekurangan persyaratan dukungan sejumlah 43.020 dukungan.

Namun, dari jumlah dukungan sebanyak 43.020 yang telah diinput, hanya 32.740 dukungan yang memenuhi syarat dan sebanyak 10.280 tidak memenuhi syarat. Dari rincian tersebut, artinya jumlah dokumen dukungan yang dibutuhkan sebanyak 35.568 tidak bisa dipenuhi.

Sumber: detik.com

Pos terkait