Penangkapan Djoko Tjandra Bisa Percuma, Kalau Pejabat Pelindung dan Alasan Dibiarkan Bertahun-tahun Tak Diungkap

  • Whatsapp
Djoko Tjandra tiba di Bareskrim Polri. (Foto Antara)
Djoko Tjandra tiba di Bareskrim Polri. (Foto Antara)

SOROT.NET – Penangkapan buronan kelas kakap kasus korupsi pengalihan hak tagih (cassie) piutang Bank Bali, Djoko Tjandra memang patut diapresiasi.

Namun di balik prestasi tersebut, ada hal yang masih mengganjal di benak aktivis hukum dan Hak Asasi Manusia, Haris Azhar.

Bacaan Lainnya

“Ya selamat kita ucapkan, bagus. Tapi ini seperti mau menutupi kesalahan pihak polisi dan berbagai pejabat dari institusi lain,” ujar Haris, Jumat (31/7).

Belakangan, perjalanan kasus Djoko Tjandra memang berpolemik, mulai dari Kemenkumham yang diduga kecolongan dengan kedatangan Djoko Tjandra dari luar negeri, hingga pihak dinas pencatatan sipil yang leluasa membuat kartu tanda penduduk untuk Djoko Tjandra.

Padahal, buronan tersebut tengah dicari aparat hukum Indonesia sejak 2009 silam. Dengan penangkapan Djoko Tjandra, dugaan keterlibatan sejumlah lembaga pun terkesan tertutupi.

“Seperti kemenkumham, kantor catatan sipil dan Kejaksaan Agung, yang selama ini melicinkan akal bulus DPO koruptor tersebut (Djoko Tjandra),” beber Direktur Eksekutif Lokataru Foundation ini.

Meski begitu, jebolan Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini masih menyisipkan harapan kepada penegak hukum untuk bisa mengungkap habis kejahatan korupsi Djoko Tjandra beserta pihak-pihak yang terkait.

“Ke depan seharusnya penangkapan ini semakin mudah mengungkap, pertama, kejahatan yang dilakukan Djokcan (Djoko Tjandra). Kedua, pembiaran selama bertahun-tahun. Ketiga, rangkaian terakhir dimana melibatkan pejabat dari berbagai institusi,” ujar Haris Azhar.

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait