Prediksi INDEF Akan Dampak Resesi Ekonomi Untuk Indonesia

  • Whatsapp
Gedung bertingkat di Ibu Kota. ©Liputan6.com/Angga Yuniar/MERDEKA
Gedung bertingkat di Ibu Kota. ©Liputan6.com/Angga Yuniar/MERDEKA

SOROT.NET – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi Indonesia terancam masuk resesi. Di masa resesi ada sejumlah dampak yang ditimbulkan. Lapangan pekerjaan akan semakin sempit dan angka pengangguran makin meningkat.

“Kondisi ini berimplikasi pada angka kemiskinan yang bertambah,” kata Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad, dalam diskusi bertajuk Mempercepat Geliat Sektor Riil dalam mendukung Pemulihan Ekonomi: Peranan BUMN dalam mendukung pemulihan Ekonomi, Jakarta, Selasa (28/7).

Bacaan Lainnya

Kehidupan sosial keluarga juga akan terganggu. Mulai dari gaya hidup dan pendidikan karena tidak sedikit orang yang kehilangan pendapatan dan pekerjaan. Rencana investasi juga akan terganggu karena dana yang ada dialokasikan untuk mempertahankan kebutuhan hidup.

Nilai perumahan juga akan turun. Hal ini disebabkan banyak rumah tangga yang menurunkan niatnya untuk menyewa atau membeli properti. Namun, di sisi lain, pinjaman dan utang akan semakin meningkat.

“Pinjaman dan utang akan semakin meningkat karena keluarga akan mencari sumber pinjaman baru,” kata dia.

Untuk mengatasi ancaman dari resesi ini, pemerintah harus mengatasi secara serius dan tegas dalam menangani pademi Covid-19. Efektivitas program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dilakukan.

“Pemerintah harus serius dan tegas dalam melakukan tracking, tracing, testing, isolating dan curing,” kata dia.

Program bantuan sosial tunai juga harus dilakukan. Nilainya pun harus meningkat jadi Rp 1 juta – Rp 1,5 juta. Sebab, bantuan sosial yang diberikan saat ini hanya memenuhi 20-30 persen kebutuhan masyarakat. Selain itu, bantuan yang diberikan pemerintah juga harus tepat sasaran.

Pemerintah juga harus mengalokasikan anggaran untuk UMKM non restrukturisasi dan non KUR. Setidaknya ada 80 persen UMKM yang harus menjadi sasaran.

Begitu juga dengan hambatan regulasi, skema atau sistem dan teknis dalam Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang harus dihapus dan disederhanakan prosesnya. Ekspansi program gratis pulsa bagi pelajar juga perlu ditingkatkan lagi.

Sementara itu, Tauhid menyarankan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa melakukan klaim Jamsostek, mengambil pekerjaan upah yang lebih rendah atau melakukan pinjaman keluarga. Gaya hidup juga harus berubah. “Lifestyle berubah dan kencangkan ikat pinggang,” kata Tauhid.

Masyarakat juga harus mencari peluang usaha baru. Misalnya dengan memulai berjualan di lapak online berbasis keluarga (mikro dan kecil). Bisa juga dengan memanfaatkan pinjaman yang diberikan oleh pemerintah. Terpenting memprioritaskan kebutuhan utama daripada keinginan. “Prioritas kebutuhan utama bukan keinginan,” pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

Pos terkait